- Kondisi umum Geografis
Berdasarkan penuturan cerita dan sejarah Desa Bugis adalah : sejak awal abad ke 20 diwilayah yang sekarang dikenal sebagai desa Bugis telah terbentuk komunitas masyarakat yang dikenal sebutan kampong hugi ( perkampungan orang bugis ) yang berlokasi disekitar wilayah yang sekarang menjadi dusun bajo sarae. Kampung pada masa itu dipimpin oleh seorang matoa yang berarti orang yang di tua kan yang antara lain yang sangat terkenal adalah matoa H.jafar dan matoa lagu yang memimpin pada sekitar tahun 1920 an sampai tahun 1948.
Untuk lebih jelasnya tentang kepemimpinan Desa Bugis tahun 2019, dapat di lihat pada tabel 2.18.
Berdasarkan data perhitungan luas wilayah Desa Bugis adalah 3.500 Ha yang terdiri dari daratan seluas 2.549,71 Ha (85%) dan lautan seluas 92,70 Ha (15%). Desa Bugis terbagi atas 6 Dusun, 7 RW dan 15 RT, dengan batasan wilayah Desa Bugis adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Desa Sangia Kecamatan Sape
Sebelah Selatan : Desa Soro/ Malaju Kecamatan Lambu
Sebelah Timur : Desa Bajo Pulau Kecamatan Sape
Sebelah Barat : Desa Oi Maci Kecamatan Sape
Tabel 2.1. Jumlah RT, RW dan Dusun Desa Bugis
Desa Bugis
|
RT
|
RW
|
Dusun Nggaro
Dusun Kampung Baru
Dusun Langgar Selatan
Dusun Gudang
Dusun Bajosarae
Dusun Gusung
|
2
2
3
2
4
2
|
1
1
1
1
2
1
|
Jumlah
|
15
|
7
|
- Potensi Pengembangan Wilayah
- Topografi dan Iklim
Wilayah Desa Bugis yang terletak di Bagian Timur Kecamatan Sape sehingga menjadi pusat pemukiman sebagaian besar penduduk. Berdasarkan kelas ketinggian wilayah Desa Bugis berada pada 0 – 25 meter di atas permukaan laut. Kondisi dan pantai sebagian besar telah beralih fungsi menjadi daerah pemukiman dengan tipe dataran rendah. Posisi Desa Bugis yang berada pada daerah dataran pantai dengan kemiringan lereng 0 – 15 persen sehingga mempunyai jenis tanah aluvial dan sebagaian jenis tanah podsolik merah kuning.
Kondisi iklim di sebagian besar desa Bugis tidak jauh beda dengan kondisi iklim wilayah Kecamatan Sape. Secara umum dengan dua musim, Yaitu musim kemarau yang berlangsung antara bulan Juni hingga Nopember dan musim hujan antara bulan desember hingga April dengan temperatur / suhu udara rata-rata berkisar 37 derajat Celcius Kelembaban udara berkisar antara 30 – 33 %
- Kondisi Hidrologi
Wilayah Desa Bugis memiliki pantai yang datar dengan kedalaman mencapai antara 200-300 meter. Pasang surut yang terjadi di perairan Desa Bugis adalah tipe pasut diurnal, yaitu mengalami 2 kali pasang dan 2 kali surut pada interval waktu yang sama. Pergerakan arus menurut skala waktu akibat perubahan musim yaitu Barat dan Timur dan arus harian yang dipengaruhi oleh pergerakan pasang surut.
- Penggunaan Lahan
Pola penggunaan lahan pada Desa Bugis merupakan manifestasi hubungan antara manusia dengan lingkungan. Polarisasi dan intensitas penggunaan lahan tersebut juga merupakan indikator yang mencerminkan aktivitas utama dalam tingkat penguasaan teknologi penduduk dalam mengeksploitasi sumberdaya lahan sekaligus mencerminkan karakteristik potensi wilayah yang bersangkutan.
Perkembangan sumberdaya lahan dapat dilihat dari kondisi tutupan lahan atau pemanfaatan lahan yang terbentuk. Pada dasarnya pembentukan pola pemanfaatan lahan dipengaruhi oleh faktor fisik lahan seperti letak geografis, struktur geologi dan tanah, klimatologi wilayah, dan sektor kegiatan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan lahan yang terbentuk hingga saat ini di Desa Bugis terdiri atas lahan pemukiman, perkebunan, ladang, lahan terbuka, serta waduk/danau/sungai. Dominasi oleh pemukiman mencapai sekitar 2.549,71 Ha dari total luas wilayah Desa Bugis sebesar 3.500 Ha. Sementara itu, pemanfaatan lahan untuk tanaman Tahunan dan setahun hanya seluas 900 Ha. Secara lebih rinci penggunaan lahan dapat dilihat pada tabel 2.2
Tabel 2.2. Penggunaan Lahan Desa Bugis
Penggunaan Lahan
|
Luas (Ha)
|
Luas (Km)
|
Pemukiman (perumahan)
Perkebunan
Persawahan
Lahan Tambak
Tidak ada data
|
2.549,71
78,30
729,29
92,70
-
|
|
Jumlah
|
3.500
|
|
- Kondisi dan Struktur Demografi
- Perkembangan, Distribusi dan Kepadatan Penduduk
Jumlah penduduk Desa Bugis dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Pada tahun 2016, penduduk Desa Bugis berjumlah 6.924 jiwa, pada tahun 2017 meningkat menjadi 7.007 jiwa dan hingga pada bulan Desember tahun 2018 jumlah penduduk menjadi 7.896 jiwa. Sedangkan yang pindah ke tempat lain dari tahun 2016 – 2018 berjumlah 142 Jiwa.
Kepadatan penduduk Desa Bugis berada pada Dusun Gusung sedangkan kepadatan penduduk terendah terdapat di Dusun Nggaro.
Tabel 2.3. Luas Dusun, RW, RT, Jumlah Penduduk dan kepadatan penduduk
Nama
|
Luas (Km)
|
Jumlah Penduduk (jiwa)
|
Kepadatan (jiwa)
|
Dusun Nggaro
RW 001
RT 1
RT 2
|
693,00
|
1.203
587
616
|
1.203
|
Dusun Kampung Baru
RW 002
RT 3
RT 4
|
433,00
|
1.268
644
624
|
1.268
|
Dusun Langgar Selatan
RW 003
RT 5
RT 6
RT 7
|
579,00
|
1.145
428
475
242
|
1.145
|
Dusun Gudang
RW 004
RT 8
RT 9
|
515,00
|
1.343
658
685
|
1.343
|
Dusun Bajosarae
RW 005
RT 10
RT 11
RW 006
RT 12
RT 13
|
647,00
|
790
339
454
728
358
370
|
1.518
|
Dusun Gusung
RW 007
RT 14
RT 15
|
633,00
|
1.419
699
720
|
1.419
|
- Struktur Penduduk
Jumlah penduduk Desa Bugis pada tahun 2018 adalah 7.896 jiwa, yang terdiri dari laki-laki 3.904 jiwa dan perempuan 3.992 jiwa. Dengan demikian dapat diketahui bahwa jumlah laki-laki lebih rendah dari jumlah perempuan.
- Agama dan Budaya
Penduduk yang tinggal di Desa Bugis terdiri dari berbagai suku yaitu Fatce, Bugis, Falahu, Mangon, Buton dan Bugis, Jawa, serta para pendatang dari daratan pulau yang lain. Penduduk sebagian besar beragama Islam, sedangkan penduduk lainnya beragama Kristem Protestan dan Katolik.
Hidup dalam suasana tolong-menolong dan gotong-royong sudah menjadi ritme kehidupan sehari-hari di Bugis. Kebiasaan sosial itu sering disebut Malomkub,yaitu tradisi kumpul bersama. Nilai-nilai solidaritas sosial dan kebersamaan masyarakat seperti istilah Bar yang berarti saling membantu, gotong-royong untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tanpa mengharapkan suatu imbalan jasa. Istilah lain yang diserap dari bahasa Arab dan telah membudaya di Bima yakni walima yang artinya sama dengan istilah Bar. Selain itu, terdapat istilah maksaira yang bermakna saling mengunjungi dalam rangka memupuk silaturahmi dan istilah makmaked yang berarti saling dengar dan saling menghormati satu sama lain. Keyakinan terhadap adat istiadat yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Desa Bugis sangat dihormati dan dilaksanakan sejalan dengan nilai-nilai agama.
Tabel 2.4. Jumlah penduduk menurut Agama
Agama
|
Jumlah
|
Presentase
|
Islam
Kristen
Katolik
Hindu
Budha
|
6.421
30
16
-
-
|
95 %
03 %
02 %
-
-
|
- Wilayah Rawan Bencana
Kabupaten Bima termasuk di dalamnya Desa Bugis merupakan daerah yang berada pada posisi rawan Banjir. Banjir pernah terjadi pada tahun 2010 yang merenggut korban jiwa dan harta benda. Bencana banjir setiap tahun sering terjadi, hal ini diakibatkan dari pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya sehingga saluran air pada selokan tersumbat, selain itu juga tanggul air sungai (kali) yang berada pada Satu sisi sebagian besar sudah rusak sehingga menyebabkan air meluap dari tempat tersebut hal ini mengakibatkan kerusakan rumah penduduk yang berada di dataran rendah (dekat sungai).